Keresahan Israel di Perang Rudal Mendatang

Agaknya Israel saat ini sangat resah dan kalut. Termasuk dalam hubungannya dengan berbagai pihak internasional dan regional. Bukan dengan Iran, Suriah, Hizbollah dan Hamas, namun juga terhadap negara-negara Eropa dan Amerika juga.

Kemungkinan, Israel saat ini merasa menghadapi bahaya dan ancaman eksistensi bersamaan dengan perubahan miliu strategi internasional dan regional. Sehingga Israel sangat sensitive terhadap perubahan keamanan apapun dan terhadap perubahan perimbangan kekuatan di sekitarnya.

Dari sini kita bisa pahami fanatisme Israel yang anti Suriah dengan menudingnya membekali Hizbollah dengan rudal Skud (yang ditampik oleh Suriah) dan itu dianggap Israel sebagai kesalahan parah yang tidak bisa dibiarkan. Bahkan sampai pengamat Israel Ronen Bregmen mengingatkan kemungkinan akan meletus perang Suriah – Israel. Bahkan dinilai itu kemungkinan paling besar terjadi dibanding serangan Israel terhadap Iran atau Hizbollah di Libanon.

Dalam kolomnya, Bregmen mengisyaratkan bahwa factor meletusnya perang ini karena Suriah membekali senjata yang layak mengubah perimbangan kekuatan yang bisa mengancam Israel. Yang menjadi catatan, media Israel mengeluarkan sejumlah laporan soal transfer rudal dengan berbagai jenis terutama Skud untuk Hizbollah di Libanon melalui Suriah dan ancaman perang rudal terhadap Israel.

Menurut laporan itu, Hizbollah kini memiliki armada militer dengan 40 ribu rudal dari berbagai jenis, juga armada rudal Suriah, Iran dan roket yang dimiliki oleh Hamas di Jalur Gaza.

Masalah Israel adalah ia sangat sensitive terhadap front internalnya. Dimana mereka menilai senjata rudal itu diperhitungkan sebagai peperangan di dalam Israel, kota-kotanya berada di dalam api peperangan.

Sudah maklum bahwa strategi militer yang ditempuh Israel dalam perangnya mengadalkan keunggulan dan kecanggihan militer, menggelar perang secara instan, di luar wilayahnya, dan berusaha sekali pukul mematikan. Namun ancaman rudal dan roket menjadi masalah berbeda. Dalam hal ini strategi Israel tidak berlaku. Sebab front pertahanan dalam negeri terancam (seperti pada perang Juli 2006 dengan Hizbollah). Buktinya Israel tidak bisa mengendalikan peperangan dengan cepat dan tidak bisa melakukan pukulan mematikan.

Menurut kolumnis Israel Hame Shailo, Israel merasa adanya “awal badai” dan yakin rudal pada saatnya nanti akan dilepaskan dari pusatnya ke Israel. Mereka juga sadar bahwa setelah diserang, Israel akan menjadi negara yang berbeda sama sekali dengan sekarang. Bahkan Aroe Shavith menegaskan, antara Israel dan Iran, Suriah dan Hizbollah maka itu akan berbeda sama sekali dengan perang-perang Israel sebelumnya.

Ratusan rudal akan jatuh di Tel Aviv, ribuan warga Israel akan terbunuh, ratusan rudal akan menyerang pangkalan armada udara Israel. ratusan pasukan Israel akan terbunuh. Balasan Israel akan menghancurkan namun kemenangan bila terjadi itu sangat menyakitkan dan mahal.

Perubahan inilah yang mengendalikan Israel menggelar perang baru usai perang 2006 dan agresi Israel ke Jalur Gaza 2008.

Soal rudal Skud, apakah ia mampu membuat gebrakan bagi Israel? apakah akan mengubah perimbangan kekuatan. Amos Harael, pengamat militer di Haaretz menjawab, masalahnya tergantung jenis Skudnya. Jika jenis Skud D maka akan mengancam. Bukan saja jarak tempuhnya (700 km) dan berat hulu ledaknya yang mencapai 1 ton tapi juga karena keakuratannya.

Skud B mampu menjelajah hingga 300 km, jenis C hingga 500 km dan jenis D 700 km dan Haarel, Israel mampu menghadapi tantangannya.

Karenanya ada kemungkinan besar Skud akan bisa dihancurkan Israel di udara dengan roketnya Jets. Sehingga perang instan akan berubah menjadi perang “menghabiskan darah”.

Haarel menegaskan, jika musuh dari tahun 1948 hingga 1973 bertujuan menghancurkan Israel, menjajah tanah yang dianggap milik Israel dan mengusir warganya, namun tujuan Arab ini berubah. Arab kini hanya ingin menguasai hasil buminya, tanpa menjajah keselruhannya. Ini diangap sebagai tindakan yang bisa menguras tenaga Israel sampai lemah. Kini Israel terancam dari segala sisi di sekitarnya.

(Al-Bayan Emirat, 3/5/2010)

infopalestina

Posted by Abul Ezz on 21.30. Filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0

0 komentar for �Keresahan Israel di Perang Rudal Mendatang�

Leave comment

dailyvid

FLICKR PHOTO STREAM

2010 BlogNews Magazine. All Rights Reserved. - Designed by SimplexDesign