Batu Pertama Sinagog Diresmikan di Tanah al Aqsha
Beritana 06.29
"Kami mendaki menuju Haekal (Kuil) negara Israel. Dan kami akan memulai proyek pembangunan Rumah Suci pada hari Selasa." Inilah salah satu kampanye yang ditulis organisasi bernama Nadee Gabal Haekal, sebuah organisasi ultra ortodoks Yahudi. Mereka menyampaikan informasi bahwa peletakan batu pertama untuk menandakan dimulainya proyek fondasi Kuil yang mereka impikan, pada hari Selasa (16/3).
Mereka secara terang-terangan menyatakan akan mendirikan Kuil itu di atas puing-puing Masjid Al Aqsha Al Mubarak. Di sisi lain, berbagai organisasi ultra ortodoks Yahudi lainnya, menyerukan agar penduduk Muslim dan Kristen di Al Quds (Jerussalem) untuk segera keluar meninggalkan kota. Mereka mengatakan, "Kota Jerussalem adalah bumi bangsa Yahudi, sebagaimana terdapat dalam Taurat dan Al Quran (versi penafsiran Yahudi)."
Seperti diberitakan, hari Ahad sebelumnya terjadi bentrokan sengit antara pemuda Muslim Al Quds dan tentara Israel yang memaksa keluar orang-orang tua yang tengah melakukan i'tikaf di masjid Al Aqsha. Kemarin sore, Senin (15/3) bentrokan juga nyaris terjadi lagi seiring dengan digelarnya ritual Yahudi dengan membuka Sinagog Al Kharab, sebagai sinagog simbolik terbesar di Al Quds, dan hanya berjarak beberapa puluh meter dari Masjid Al Aqsha. Mereka mengatakan sinagog ini adalah awal mula mewujudkan keinginan membangun Kuil yang mereka impikan selama ini.
Organisasi Nade Gabal Haekal menyebarkan seruan melalui situsnya di internet, tentang gambar batu-batu sebagai peletakan batu pertama. Dalam gambar yang diperoleh Islamonline, batu itu terdiri dari dua batu besar yang dibawa di atas sebuah kontainer. Itulah dua batu fondasi yang dimaksud sebagai batu pertama mendirikan Kuil di atas reruntuhan Masjid Al Aqsha. Sementara di bawah batu itu terbentang spanduk panjang bertuliskan seruan agar warga Yahudi menghadiri pembukaan Sinagog Al Kharab yang berada di dekat Masjid Al Aqsha. Juga dicantumkan kalimat-kalimat mengutip kitab suci Yahudi, yang menegaskan bahwa mendaki ke Gunung Haekal adalah kewajiban agama atas semua orang yang terlibat dalam aksi ini. Sebab, tempat itu disebutkan sebagai tempat suci Tuhan.(mln/iol)