Kailani : Tembok Baja Penngkhianatan Terhadap Allah dan RasulNya
Beritana 03.49
AMMAN--Dekan Fakultas Syari’ah di Universitas Yordania, DR. Ibrahim Zaid Kailani menyebutkan, blokade terhadap warga Gaza dan menghalangi mereka mendapatkan makanan, minuman dan obat-obatan termasuk dosa besar di sisi Allah. Padahal mereka hanya mempertahankan agama dan kehormatanya dalam menghadapi kejahatan Zionis.
Dalam wawancaranya dengan infopalestina kemarin Selasa (5/1) Kailani menegaskan, mendukung Yahudi dan menjaga keamanan mereka dengan membangun tembok ini merupakan pengkhianatan terhadap Allah dan RasulNya serta orang-orang beriman. Setiap muslim berlepas diri dari tindakan Mesir ini. Pada saat yang sama, Kailani mengkritik Syaikh Al-Azhar yang malah mendukung kebijakan jahat pemerintahnya.
Kailani mengingatkan, pihak-pihak yang mendukung tembok baja ini seperti orang-orang yang ikut dalam kelompok Abu Rigal yang memberikan bantuan kepada orang kafir dalam menghancurkan Ka’bah. Gaza saat ini merupakan kiblatnya ummat Islam dalam perlawanan melawan Zionis. Barang siapa yang mendukung Zionis berarti telah melakukan kejahatan besar sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an,
“wahai orang-orang beriman, janganlah kalian menjadikan Yahudi dan Nashrani sebagai pelindung sebagian atas sebagian lagi. Barang siapa yang loyal kepada mereka maka dia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada kaum yang Zalim (Al-Maidah: 51).
Terhadap penjelasan lembaga kajian Al-Azhar, Kailani bersaksi atas haramnya pembangunan tembok ini. Ia mengutip ayat, “Wahai orang-orang beriman janganlah menjadikan orang-orang kafir sebagai wali kalian selain orang-orang beriman. Barang siapa yang berbuat seperti itu, maka bukanlah dari Allah sedikitpun..(Ali Imran ayat 28).
Terkait dengan alasan Al-Azhar bahwa terowongan di Gaza digunakan untuk menyelundupkan barang-barang terlarang seperti narkoba dan yang lainya, Kailani mengatakan, terowongan tersebut adalah satu-satunya sarana bagi warga Gaza untuk mengamankan makanan dan keperluan mereka ditengah blokade Gaza oleh Zionis dan Mesir yang menutup semua pintu perlintasan keluar Gaza. Dalam sejerah Gaza merupakan saudara dekat Mesir yang selalu berupaya mengamankan Mesir. Ketika mereka diperlakukan seperti itu, maka mereka akan sangat kecewa terhadap Mesir dan juga ummat Islam. Ia bahkan meminta pejabat Mesir untuk mencabut semua perlintasan yang digunakan untuk mengamankan Entitas Zionis. Fatwa Al-Azhar sangat politis. Fatwa itu muncul dalam rangka mencari simpati pemerintah. Ia sangat menyayangkan sikap ulama yang tega mengeluarkan fatwa semacam itu. Padahal kelompok independen dunia sedang getol-getolnya bersolidaritas terhadap Gaza, seperti anggota parlemen Inggris, George Galloway yang mengumpulkan dana bantuan serta menghimpun relawan asing untuk berangkat ke Gaza dalam rangka bersolidaritas untuk rakyat yang sedang tertindas. (asy)