Israel di Ujung Tanduk

Wail Abdur Razzaq Al-Munaimah

Jika mengamati entitas Israel sejak 60 tahun, sejak berdiri di tanar air Palestina, akan menemukan tingkat jatuhnya etika, moral, ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Penulis akan merangkum data resmi Israel yang menegaskan bahwa Israel sebagai entitas yang dibangun di atas darah, luka, penderitaan anak bangsa Palestina sudah dekat kehancurannya. Data resmi menyebutkan, 85 persen elitnya, politisi dan jurnalistik, masuk dalam kerusakan birokrasi dan korupsi. Sementara 86 persen di antara mereka menegaskan, pemerintah Israel akan pasti gagal karena korupsi sudah mengakar.

Terbukti, partai-partai politik Israel adalah pihak paling korup di mata orang Israel. 40 persen para pengamat Israel menegaskan bahwa 23 persen dari anggota Knesset adalah paling korup dan 7 persen mereka mengatakan, media massalah yang korup.

Data resmi ini termuat pada saat opini dunia soal korupsi terjadi di 69 persen negara dunia melibatkan 80 ribu warga. Dan Israel termasuk jajaran tertinggi di antara negara-negara yang diterpa korupsi.

Di sisi lain, hasil Komisi Keselamatan Anak di Israel belakangan melansir laporan tahun 2009 bahwa lebih dari 2000 anak masuk Rumah Sakit akibat tindakan kekerasan kekeluarga, termasuk kekerasan seksual.

Tahun 2008, tercatat 2281 kasus di rumah sakit anak-anak mengalami kekerasan dalam rumah tangga sebanyak dibanding hanya 1989 kasus di tahun 2000. 13,2 persen dari mereka menjadi korban kekerasan seksual, atau sekitar 300 anak.

Studi lain menegaskan, 31 persen dari 7770 anak yang telah diintrogasi mengaku menjadi korban kekerasan seksual dan 8 persen menyaksikannya dan 4,7 persen dicurigai sebagai pelakunya.

Sejumlah pusat bantuan dan advokasi korban kekerasan seksual di Israel mempublikasikan laporannya bahwa selama 2008 ada 8729 pengadulan, 7419 wanita dan 1292 lelaki.

Dari angka di atas, 2796 kasus upaya pemerkosaan dan 386 pemerkosaan massal dan sisanya kasus pengejaran dan kekerasan seksual.

Di sisi lain, harian “Israel to day” menyebutkan, kelesuan ekonomi Israel yang kini menerpa sangat sulit dan sangat berbahaya yang dilansir beberapa bulan lalu. Berdasarkan data baru dari Pusat Statistik Pusat, ekonomi Israel menurun hingga 3,9 persen di kwartal pertama tahun 2009 sehingga kesejahteraan individu menurun hingga 5,7 persen.

Harian ini melansir angka lain di bidang eksport industri yang merupakan urat nadi ekonomi Israel yang turun hingga 5,4 persen. Angka pengangguran juga naik menjadi 7,6 persen di kwartal pertama 2009 dibanding dengan 7,8 persen 2,5 tahun lalu. Jumlah pengangguran mencapai 240 ribu orang, dibanding 117 orang di tahun sebelumnya. Jumlah pengangguran diperkirakan mencapai 342 ribu pengangguran hingga akhir tahun 2009 dan akan terus meningkat.

Angka-angka ini menjadikan kita yakin bahwa Israel berada di bibir jurang kehancuran. Terutama, setelah berakhirnya “raja-raja’ “ mereka yang jahat. Ini adalah pesan bagi semua pihak yang mendekat kepada musuh Israel dengan berbagai prakarsa. Padahal Israel sebenarnya “lebih rapuh dari rumah laba-laba” meminjam istilah Al-Quran. (bn-bsyr)

Posted by Abul Ezz on 09.50. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0

0 komentar for �Israel di Ujung Tanduk�

Leave comment

dailyvid

FLICKR PHOTO STREAM

2010 BlogNews Magazine. All Rights Reserved. - Designed by SimplexDesign