Lembaga Tawanan Diminta Selidiki Gagalnya Operasi Pada Sejumlah Pasien di Ramallah
Beritana 21.51
GAZA--Direktur pusat kajian tawanan, Ra’fat Hamdunah menghimbau semua pihak yang berkepentingan terhadap masalah tawanan melakukan penyelidikan tentang gagalnya sejumlah operasi bedah pada sejumlah tawanan Ramallah oleh dokter-dokter Zionis. Ia minta semua pihak terkait melakukan intervensi dalam masalah ini demi menyelamatkan nyawa para tawanan Palestina yang sedang menderita sakit dibawah penyiksaan di dalam penjara.
Dalam keteranganya persnya, Senin (28/12) yang dilansir infopalestina Hamdunah menyerukan, pihak-pihak terkait masalah tawanan untuk bekerja semaksimal mungkin melakukan tekanan demi menyelamatkan nasib para tawanan Palestina dan Arab di sejumlah penjara Zionis. Gerakan ini diharapkan menjadi sebuah desakan umum terhadap kebijakan Zionis agar tidak lagi menyepelekan nyawa tawanan disamping menghentikan pelanggaranya terhadap hak-hak mereka.
Hamdunah menegaskan, tawanan Palestina di rumah sakit Ramallah mengungkapkan hal ini kemarin sore, bahwa pengelola rumah sakit Ramallah mengeluarkan sejumlah pasien Palestina dari orang tua dan penyandang cacat dari ruang perawatan pada jam 1 dini hari, sebanyak dua kali berturut-turut dengan alas an pemeriksaan, tanpa memperhatikan kondisi mereka yang sedang menderita sakit.
Dijelaskan, tindakan tak berprikemanusiaan ini tidak ada hubunganya dengan kemanan, justru menamba penderitaan pasien dan membuat mereka semakin tertekan.
Pusat kajian tawanan mengisyaratkan pemerintah Israel bahkan melarang sejumlah pasien tawanan Palestina mendapatkan pengobatan yang layak. Ada banyak diantara tawanan Palestina yang menderita penyakit kronis akibat pembiaran oleh pihak Israel. Padahal mereka sangat butuh pengobatan segera. Namun pihak Israel menolak mengobati mereka. (asy)
Infopalestina.COM